Minggu, 03 Mei 2015

Pandangan Hidup Rasulullah

                                   
                                  Tugas IV
ILMU BUDAYA DASAR
PANDANGAN HIDUP RASULULLAH


DOSEN : AULIYA AR RAHMA






OLEH
Nama : Ridha Afni Oriestia
NPM : 19114281
Kelas : 1KA08



SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
APRIL, 2015


BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Setiap manusia di dunia ini tentu mempunyai pandangan hidup masing-masing yang perlu dipersiapkan secara rinci sejak dini agar dapat terlaksana sesuai dengan harapan pada waktu yang tepat. Setiap insane berhak memilih dan memutuskan pandangan hidup masing-masing, karena pandangan hidup adalah salah satu faktor terbentuknya jati diri seseorang. Di makalah ini saya akan membahas makalah dengan tema manusia & pandangan hidup, dengan judul “Pandangan Hidup Rasulullah S.A.W”. Semoga dengan di tulisnya makalah ini akan menjadi bacaan yang sangat bermanfaat. Amin yaa Rabbal Alamin.
B. RUMUSAN MASALAH
Dengan banyaknya pandangan hidup pada setiap individu manusia, maka kita akan lebih menspesifikasi lagi pandangan hidup dari seorang tokoh yaitu Rasulullah S.A.W. Adapun rumusan masalahnya, adalah :
1. Bagaimana pandangan hidup dalam agama Islam?
2. Bagaimana pandangan hidup Rasulullah yang begitu sempurna?

         
BAB II
ISI
A. PANDANGAN HIDUP DALAM ISLAM
islam sebagai pandangan hidup, menyadari bahwa tiap aspek kehidupan tidak  lepas dari aturan dan nilai-nilai Islam, dengan menunjukkan ketaqwaannya terhadap Allah swt. maka segala aspek yang berkaitan dengan kehidupan, seperti perkataan, perbuatan, perasaan(hati) seseorang, akan menampakkan ciri-ciri dari keislamannya tersebut.
Dengan menjadikan Islam sebagai pandangan hidup, maka segala tatanan kehidupan seorang muslim akan sesuai berdasarkan nilai-nilai Islam dalam kehidupannya, sehingga tidak ada lagi yang namanya Islam KTP alias seorang muslim yang tidak menemukan keislamannya.
Islam, agama paripurna dan paling akhir yan diturunkan Allah swt. kepada Rasulullah Muhammad saw. Islam tidak hanya sekedaar peraturan-peraturan yang bersifat teoritik, tapi juga sebuah pandangan hidup yang sesuai fitrah manusia dan menjawab semua problematika umat. Jadi, Islam adalah satu-satunya pandangan hidup yang diamanatkan kepada umat manusia oleh Sang Pencipta alam semesta.
Barangsiapa mencari agama selain beragama islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima darpadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran:102)
Akidah Islam adalah akidah kaum muslim, yang didasarkan pada keimanan bahwa Allah swt adalah satu-satunya zat Ilah (Zat yang ditaati), dan bahwa Muhammad saw adalah utusan-Nya yang paling akhir. Akidah Islam memberikan penjelasan yang memuaskan terhadap problematika pokok manusia, yaitu tentang awal mula dan tujuan hidup, serta memandu manusia untuk memahami apa yang harus dia yakini dan apa yang tidak boleh dia imani. Islam, sebagai solusi akhir bagi problematika pokok manusia, telah memberikan pedoman menyeluruh bagi umat manusia dalam menjalani kehidupannya. Aturan demi aturan yang berkaitan dengan segala perilaku manusia telah diatur dalam hukum-hukum syari’at yang mnyeluruh, lengkap, dan sempurna.
Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan bagimu nikmat-Ku, dan telah Ku-cukupkan bagimu nikmat-Ku, dan telah Ku-Ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. Al-Maidah:3)
Hanya dengan kembali pada pemahaman yang shahih tentang Islam, dan menjadikannya sebagai pandangan hidup kaum muslim mempunyai harapan untuk bangkit dari keterpurukan yang dialaminya saat ini, hingga kemudian menyadari keluasan dan kekomprehensifan Islam sebagai pandangan hidup yang akan membentuk gaya hidup islami. Pandangan hidup Islami akan terlindungi dan terjaga jika syari’at Islam diterapkan secara kaffah baik bagi individu, keluarga, masyarakat, dan bernegara. Wallahu a’lam bishshawab.
B. PANDANGAN HIDUP RASULULLAH SAW
Dalam buku Seratus Tokoh Berpengaruh di Dunia Micheal Hart memilih Nabi Muhammad SAW sebagai orang nomor wahid yang paling berpengaruh sepanjang masa. Pilihan seorang Micheal Hart yang notabene adalah non-Muslim merupakan kesaksian jujur yang luar biasa atas kehebatan dan ketokohan Rasulullah SAW. Keputusannya tersebut atas dasar studi yang kokoh dengan mengambil beberapa kriteria yang ditetapkannya secara konsisten. Di antara penyebab kehebatan Rasulullah SAW adalah pandangan hidupnya yang istimewa.        Rasulullah pernah menyatakan manhaj atau pandangan hidupnya dalam sebuah hadis sebagai berikut: Pengetahuan adalah modalku, akal adalah dasar keberagamaanku, cinta adalah landasan hidupku, kerinduan adalah kendaraanku (menuju Allah), zikrullah adalah kebiasaanku, kepercayaan adalah simpanan berhargaku, kesedihan adalah teman dekatku, ilmu adalah senjataku, kesabaran adalah selendangku, zuhud adalah profesiku, rida adalah ghanimah-ku (bagian yang kudapat), keyakinan adalah kekuatanku, kejujuran adalah penolongku, ketaatan (kepada Allah) adalah kecintaanku, perjuangan adalah akhlakku, dan kesenanganku berada dalam menunaikan shalat.       Bila kita renungi pandangan hidup Rasulullah di atas dan mampu kita aplikasikan dalam kehidupan nyata, pastilah umat Islam menjadi umat yang terbaik penuh kesejukan. Umat Islam akan menampilkan kehidupan yang sangat memesona tanpa ada kekerasan. Misalnya saja, manhaj pertama menyatakan pengetahuan adalah modal dalam kehidupanku. Hal ini menuntut kita agar memiliki banyak pengetahuan sehingga kita menjadi khalifah di bumi, tidak mungkin dijajah oleh negara manapun. Umat Islam adalah umat terbesar di dunia dengan 1,3 miliar penganutnya, dan mendiami negara-negara yang kaya tambang, mineral, keanekargaman hayati, dan sebagainya. Sudah seharusnya kita menjadi saksi dunia bukan yang selalu menjadi tertuduh.       Dengan pandangan hidup yang integral, Allah telah memuji Rasulullah SAW dengan firman-Nya: Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas semua akhlak yang agung (QS al-Qalam [68] : 4). Ayat ini menunjukkan bahwa kalau ada pemimpin yang hebat, maka kepemimpinan Rasulullah SAW lebih hebat darinya. Jika Nabi Ayyub as memiliki kesabaran luar biasa saat diuji Allah dengan penyakit kulit, maka kadar kesabaran Rasulullah SAW di atas kesabaran Nabi Ayub as tersebut. Rasul merupakan teladan tertinggi bagi umat manusia yang ingin menggapai kemuliaan dunia dan akhirat (QS al-Ahzab [33}:21). Dalam semua aspek kehidupannya harus dijadikan sebagai uswah hasanah umat manusia.        Dengan kata lain, akhlak dan perilaku Rasulullah harus dijadikan barometer perilaku umat manusia. Bila ada perilaku figur panutan bertentangan dengan perilaku Rasulullah SAW maka kita harus menakarnya dengan akhlak Rasulullah. Inilah tuntutan syahadat Rasul "Aku bersaksi sesungguhnya Nabi Muhmad SAW adalah utusan Allah swt Kita wajib menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan tertinggi. Wallahu a'lam

BAB III
PENUTUPAN

A. KESIMPULAN
Sebagai manusia, wajar saja jika terjadinya perbedaan tentang pandangan hidup masing-masing individu. Karena pandangan hidup termasuk hak manusia yang harus kita hargai sebagai sesame manusia.
Pandangan hidup juga adalah suatu konsep yang dapat digunakan untuk menggambarkan cara pandang manusia secara umum tanpa melihat bangsa atau agama.
Dan salah satu tokoh yang kami bahas di makalah ini adalah Rasulullah saw, beliau adalah salah satu tokoh yang paling berpengaruh di dunia karena kemantapan akan pandangan hidupnya yang seolah sudah mendekati sempurna, dan kita sebagai generasi penerus alangkah baiknya untuk meneladani dan selalu mengikuti jejak Rasulullah saw.
B. DAFTAR PUSTAKA
Nurulhidayati4321.blogspot.com
Siradel.blogspot.com

Minggu, 05 April 2015

TUGAS I
ILMU BUDAYA DASAR
“Kepribadian Negara Brunei Darussalam”
Dosen: Aulia Ar Rahma






Oleh
Nama : Ridha Afni Oriestia
NPM : 19114281
Kelas : 1KA08
SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
MARET, 2015

BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Kepribadian suatu Negara menjadi salah satu identitas yang akan selalu melekat pada Negara itu sendiri, dan pasti setiap Negara mempunyai kepribadian yang berbeda-beda, maka dari itu kepribadian pada setiap Negara menjadi suatu keunikan dan ketertarikan tersendiri untuk menarik para turis untuk datang ke Negara mereka.
Kita sebagai generasi muda harus mendalami karakter kepribadian asli Negara kita masing-masing, karena kita generasi muda adalah andalan bagi Negara kita sendiri. Dan kita juga harus mempelajari kepribadian dari beberapa kepribadian Negara yang ada di sekitar Negara kita, mengapa? Karena mengetahui kepribadian satu sama lain adalah hal yang indah, dan juga agar kita bias mengambil segala hal postitif yang patut kita teladani dan kita tiru dari kepribadian Negara lain.
Maka dari itu, tugas ilmu budaya dasar yang bertemakan kepribadian Negara bangsa timur ini sangatlah bermanfaat untuk kita semua sebagai dasar pengenalan kepada kepribadian Negara yang ada di sekitar Negara kita yang juga termasuk ke dalam bangsa timur. Maka, penulis akan membahas salah satu Negara yang ada di dalam bagian bangsa timur yaitu, Negara Brunei Darussalam.
2. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang saya paparkan di atas, maka sebagai berikut adalah rumusan masalahnya,
1. Apa saja Kepribadian bangsa timur?
2. Mengenal Negara Brunei Darussalam
3. Apa saja kepribadian, kebudayaan dan adat istiadat di Negara Brunei Darussalam?

BAB II
ISI

1. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Sudah sangat kita rasakan,bangsa timur adalah bangsa yang mempunyai tata karma yang tinggi, termasuk juga Negara kita Indonesia. Bangsa timur dikenal dengan bangsa yang berkepribadian baik,dan masyarakat di belahan dunia yang lain juga mengakui dan merasakan bahwa bangsa timur mempunyai kepribadian yang baik dan sopan,jadi tidak aneh banyak sekali bangsa bangsa yang lain sangat menyukai kepribadian yang bangsa timur milki. Tidak hanya baik,ramah, dan sopan, bangsa timur juga mempunyai sifat yang suka dengan budaya tolong menolong dan biasanya tidak bersifat individualis.
Bangsa timur identik dengan benua Asia yang penduduknya mayoritas memiliki rambut berwarna hitam,kulit sawo matang dan adapula yang berwarna kuliat putih disertai dengan mata yang sipit. Dan sebagian besar cara berpakaian bangsa timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur rata rata memili aturan agama yang kuat dan kental dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku.
Pada umumnya bangsa timur adalah bangsa yang sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa yang lain asalkan masih bisa diterima oleh norma dan adat istiadat yang berlaku. Namun,meskipun banyak kebaikan dari prilaku bangsa timur yang kita ketahui tapi jangan selalu beranggapan bahwa bangsa timur adalah yang terbaik,karena segala sesuatu juga punya sisi negative dan positifnya,termasuk juga pada kepribadian bangsa timur. Biasanya kebudayaan asing yang sangat mudah diterima oleh bangsa timur adalah mengenai hal-hal yang berbau teknologi,karena teknologi adalah hal-hal yang sangat mudah dipakai dan sangat bermanfaat,contohnya seperti; handphone, computer, dan alat alat teknologi lainnya.

2. NEGARA BRUNEI DARUSSALAM
Brunei Darussalam atau nama resminya Negara Brunei Darussalam, adalah negara berdaulat di Asia Tenggara yang terletak di pantai utara pulau Kalimantan. Negara ini memiliki wilayah seluas 5.765 km² yang menempati pulau Borneo dengan garis pantai seluruhnya menyentuh Laut Cina Selatan. Wilayahnya dipisahkan ke dalam dua negara bagian di Malaysia yaitu Sarawak.
Saat ini, Brunei Darussalam memiliki Indeks Pembangunan Manusia tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura, sehingga diklasifikasikan sebagai negara maju. Menurut Dana Moneter Internasional, Brunei memiliki produk domestik bruto per kapita terbesar kelima di dunia dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Sementara itu, Forbes menempatkan Brunei sebagai negara terkaya kelima dari 182 negara karena memiliki ladang minyak bumi dan gas alam yang luas. Selain itu, Brunei juga terkenal dengan kemakmurannya dan ketegasan dalam melaksanakan syariat Islam, baik dalam bidang pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.
Kerajaan Brunei Darussalam adalah negara yang memiliki corak pemerintahan monarki absolut dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, merangkap seagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri. Sultan Hassanal Bolkiah yang gelarnya diturunkan dalam wangsa yang sama sejak abad ke-15, ialah kepala negara serta pemerintahan Brunei. Baginda dinasihati oleh beberapa majelis dan sebuah kabinet menteri, walaupun baginda secara berkesan merupakan pemerintah tertinggi. Media amat memihak kerajaan, dan kerabat kerajaan melestarikan status yang dihormati di dalam negeri.
Brunei memiliki dengan hubungan luar negeri terutama dengan negara negara ASEAN dan negara negara lain serta ikut serta sebagai anggota PBB. Kesultanan ini juga terlibat konflik Kepulauan Spratly yang melibatkan hampir semua negara ASEAN (kecuali Indonesia, Kamboja, Laos dan Myanmar), RRT dan Republik Tiongkok. Selain itu terlibat konflik perbatasan laut dengan Malaysia terutama masalah daerah yang menghasilkan minyak dan gas bumi. Brunei menuntut wilayah di Sarawak, seperti Limbang. Banyak pulau kecil yang terletak di antara Brunei dan Labuan, termasuk Pulau Kuraman, telah dipertikaikan oleh Brunei dan Malaysia. Bagaimanapun, pulau-pulau ini diakui sebagai sebagian Malaysia di tingkat internasional.
3. KEPRIBADIAN, KEBUDAYAAN DAN ADAT ISTIADAT NEGARA BRUNEI DARUSSALAM
Kira-kira dua pertiga jumlah penduduk Brunei adalah orang Melayu. Kelompok etnik minoritas yang paling penting dan yang menguasai ekonomi negara ialah orang Tionghoa (Han) yang menyusun lebih kurang 15% jumlah penduduknya. Etnis-etnis ini juga menggambarkan bahasa-bahasa yang paling penting: bahasa Melayu yang merupakan bahasa resmi, serta bahasa Tionghoa. Bahasa Inggris juga dituturkan secara meluas dan hampir 95% fasih dengan Bahasa Inggris, dan terdapat sebuah komunitas ekspatriat yang agak besar dengan sejumlah besar warganegara Britania dan Australia.
Islam ialah agama resmi Brunei, dan Sultan Brunei merupakan kepala agama negara itu. Agama-agama lain yang dianut termasuk agama Buddha (terutamanya oleh orang Tiong Hoa), agama Kristen, serta agama-agama orang asli (dalam komunitas-komunitas yang teramat kecil).
Budaya Brunei seakan sama dengan budaya Melayu, dengan pengaruh kuat dari Islam, tetapi kelihatan lebih konservatif dibandingkan Malaysia dan Indonesia. Penjualan dan penggunaan alkohol diharamkan, dengan orang luar dan non-Muslim dibenarkan membawa dalam 12 bir dan dua botol miras setiap kali mereka masuk negara ini. Setelah pemberlakuan larangan pada awal 1990-an, semua pub dan kelab malam dipaksa tutup. Mufti Brunei juga menfatwakan pengharaman rokok pada tahun 2011. Harga rokok di tinggikan supaya penduduk dapat mengurangkan tabiat rokok.
Melihat budaya Brunei yang sangat kental akan agama yang di anut oleh mayoritas penduduknya, itu juga sudah mencirikan Brunei sebagai bagian dari bangsa timur yang rata-rata patuh pada agama yang mereka anut dan juga patuh pada adat istiadat sesuai daerah yang mereka tempatkan. Warga Brunei juga menjunjung tinggi kesopanan dan sifat tidak individualis. Masyarakat nya juga sangat patuh pada pimpinan mereka dan menyerahkan semua pemerintahan kepada pemimpinnya yang sangat mereka percayai itu. Sikap rendah hati juga dimiliki oleh masyarakat Brunei, karena sikap rendah hati diajarkan pada agama Islam yang mereka anut.
Karena Brunei adalah Negara yang sangat kental akan agama Islamnya, tidak heran kalau Negara Brunei sangat aktif dalam organisasi-organisasi yang berbasis Islam dan Brunei juga menunjukkan semangat kebersamaannya dengan masyarakat global dengan menggabungkan diri ke dalam organisasi internasional.
Penduduk Brunei kebanyakan adalah orang Malaysia, oleh karena itu kebudayaan Brunei sangat berkaitan dan sangat dipengaruhi oleh Negara Malaysia. Saat bertamu kerumah seseorang harus melepas alas kaki, saat menunjuk seseorang tidak boleh memakai jari telunjuk akan tetapi memakai ibu jari dan mengepalkan 4 jari lainnya. Tangan kiri di anggap tidak bersih, sesuai dengan aturan agama Islam, dan juga orang Brunei menjalankan puasa layaknya pemeluk agama Islam yang lainnya.
Adat istiadat adalah peraturan-peraturan yang biasa dipakai sejak dulu da masih dipakai sampai sekarang, adat istiadat sangatlah penting bagi kemajuan suatu Negara, karena adat istiadat lah yang membentuk karakteristik bangsa itu sendiri.
Di Negara Brunei sendiri terdapat beberapa adat istiadat yang masih bertahan hingga sekarang, yaitu seperti, Puak Kedayan, yaitu seperti makan bersama sama bersama keluarga yang diadakan setiap tahunnya. Adat ini sudah lama mereka jalani sejak zaman dulu. Dan juga Brunei sangat kental dengan adat pernikahannya yang sangat unik dan menarik.
Adanya beberapa adat istiadat dalam pernikahan di Brunei yaitu;
- Majlis Istiadat bersuruh diraja
Kalau di Indonesia, acara ini hamper mirip dengan acara lamaran.
- Majlis Istiadat membuka gendang jaga-jaga
Seperti memainkan alat music saat upacara pernikahan hendak dimulai
- Majlis istiadat menjunjung kurnia gendang jaga-jaga
- Istiadat menghantar tanda diraja
Seperti memberikan hantaran pernikahan kepada pihak mempelai wanita, akan tetapi hantaran nya sudah ditentukan oleh adat istiadat yang sudah turun temurun, jadi tidak sembarangan member hantaran.
- Istiadat menerima tanda diraja
Pihak mempelai pria memberikan hantaran kepada pihak mempelai wanita
- Majlis istiadat Menghantar pertunangan diraja
- Dan lain-lainnya yang tidak bias disebutkan disini
Di Negara Brunei tidak ada transportasi umum, makanya mayoritas penduduknya mempunya kendaraan pribadi. Dan warga Brunei ini sangat menghargai pejalan kaki, ketika pejalan kaki hendak menyebrangi jalan, maka dengan serentaknya kendaraan akan berhenti sampai si pejalan kaki tiba di seberang jalan.

BAB III
PENUTUPAN

1. KESIMPULAN
Secara umum, kepribadian bangsa timur itu hampir sama pada setiap Negara yang berada di wilayahnya, yaitu seperti kesopanannya, keramahannya, dan juga kepatuhannya pada adat istiadat mereka. Secara tidak sadar, kita sebagai warga Indonesia yang termasuk kedalam wilayah bangsa timur juga memiliki sifat seperti itu, contohnya di Indonesia masih kental dengan kepatuhan akan adat istiadat dan juga tidak bisa lepas dengan aturan agama Islam yang dianut oleh kebanyakan penduduk Indonesia. Jadi sebagai warga Indonesia dan juga sebagai bagian dari bangsa timur yang baik, kita harus selalu menjunjung tinggi budi pekerti baik kita agar sifat yang sudah menjadi ciri-ciri dari bangsa timur tidak memudar dengan mudahnya.
Negara Brunei adalah Negara yang yang terkenal dengan kemakmurannya, Negara yang sangat damai ini patut di teladani akan kepatuhannya kepada pemimpin mereka, Negara Brunei juga terkenal dengan kesopanan dan keramahannya, maka dari itu kita patut meneladani hal-hal yang positif dari kebudayaan Negara Brunei.


2. SARAN
Agar pembaca dapat meneladani hal-hal positif yang ada dalam kebudayaan dan adat istiadat Negara Brunei, dan juga dapat menambah wawasan akan indahnya mengenal Negara lain, dan juga dapat meneladani hal-hal positif yang dimiliki oleh bangsa timur, semoga kebudayaan bangsa timur menjadi pedoman bagi kita sebagai generasi muda penerus bangsa.
3. DAFTAR PUSTAKA
http://wikipedia.org.id
http://kerajaannusantara.com

Senin, 19 Januari 2015

Agama



Pengertian Agama
Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama memiliki narasi, simbol dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Dari keyakinan mereka tentang kosmos dan sifat manusia, orang memperoleh moralitas, etika, hukum agama atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Kata "agama" berasal dari bahasa sansekerta, āgama yang berarti "tradisi". Kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.
Di Indonesia, istilah agama digunakan untuk menyebut enam agama yang diakui resmi oleh negara, seperti Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budhisme, dan Khonguchu. Sedangkan semua sistem keyakinan yang tidak atau belum diakui secara resmi disebut “religi”.
Agama sebagai seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan dunia gaib, khususnya dengan Tuhannya, mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan mengatur hubungan manusia dengan lingkungannya. Secara khusus, agama didefinisikan sebagai suatu sistem keyakinan yang dianut dan tindakan-tindakan yang diwujudkan oleh suatu kelompok atau masyarakat dalam menginterpretasi dan memberi tanggapan terhadap apa yang dirasakan dan diyakini sebagai yang gaib dan suci. Bagi para penganutnya, agama berisikan ajaran-ajaran mengenai kebenaran tertinggi dan mutlak tentang eksistensi manusia dan petunjuk-petunjuk untuk hidup selamat di dunia dan di akhirat. Karena itu pula agama dapat menjadi bagian dan inti dari sistem-sistem nilai yang ada dalam kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan, dan menjadi pendorong serta pengontrol bagi tindakan-tindakan para anggota masyarakat tersebut untuk tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan ajaran-ajaran agamanya.

Fungsi Agama
  • Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok
  • Mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
  • Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau salah
  • Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
  • Pedoman perasaan keyakinan
  • Pedoman keberadaan
  • Pengungkapan estetika (keindahan)
  • Pedoman rekreasi dan hiburan
  • Memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama.
Fungsi Agama dalam masyarakat
a.       Fungsi edukatif.
Agama memberikan bimbingan dan pengajaaran dengan perantara petugas-petugasnya (fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai, pendeta imam, guru agama dan lainnya, baik dalam upacara (perayaan) keagamaan, khotbah, renungan (meditasi) pendalaman rohani, dsb.
b.      Fungsi penyelamatan.
Bahwa setiap manusia menginginkan keselamatan baik dalam hidup sekarang ini maupun sesudah mati. Jaminan keselamatan ini hanya bisa mereka temukan dalam agama. Agama membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang sakral” dan “makhluk teringgi” atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya. Sehingga dalam yang hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa yang ia inginkan. Agama sanggup mendamaikan kembali manusia yang salah dengan Tuhan dengan jalan pengampunan dan Penyucian batin.
c.       Fungsi pengawasan sosial (social control)
Fungsi agama sebagai kontrol sosial yaitu :
  • Agama meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat yang dipandang baik bagi kehidupan moral warga masyarakat.
  • Agama mengamankan dan melestarikan kaidah-kaidah moral ( yang dianggap baik )dari serbuan destruktif dari agama baru dan dari system hokum Negara modern.
d.      Fungsi memupuk Persaudaraan.
Kesatuan persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis ialah kesatuan manusia-manusia yang didirikan atas unsur kesamaan.
  • Kesatuan persaudaraan berdasarkan ideologi yang sama, seperti liberalism, komunisme, dan sosialisme.
  • Kesatuan persaudaraan berdasarkan sistem politik yang sama. Bangsa-bangsa bergabung dalam sistem kenegaraan besar, seperti NATO, ASEAN dll.
  • Kesatuan persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan kesatuan tertinggi karena dalam persatuan ini manusia bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja melainkan seluruh pribadinya dilibatkan dalam satu intimitas yang terdalam dengan sesuatu yang tertinggi yang dipercayai bersama
e.       Fungsi transformatif.
Fungsi transformatif disini diartikan dengan mengubah bentuk kehidupan baru atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru yang lebih bermanfaat.
Sedangkan  menurut   Thomas   F.  O’Dea  menuliskan   enam  fungsi agama dan masyarakat yaitu:
1.      Sebagai pendukung, pelipur lara, dan perekonsiliasi.
2.      Sarana hubungan  transendental  melalui  pemujaan dan upacara
Ibadat.
3.      Penguat norma-norma dan nilai-nilai yang sudah ada.
4.      Pengoreksi fungsi yang sudah ada.
5.      Pemberi identitas diri.
6.      Pendewasaan agama.
Sedangkan menurut  Hendropuspito  lebih ringkas  lagi,  akan tetapi   intinya   hampir   sama.   Menurutnya   fungsi   agama   dan masyarakat   itu   adalah   edukatif,   penyelamat,   pengawasan   sosial, memupuk persaudaraan, dan transformatif.
Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan
masyarakat, karena agama memberikan sebuah system nilai yang memiliki derivasi
pada norma-norma masyarakat untuk memberikan pengabsahan dan pembenaran dalam
mengatur pola perilaku manusia, baik di level individu dan masyarakat. Agama
menjadi sebuah pedoman hidup singkatnya. Dalam memandang nilai, dapat kita lihat dari dua sudut pandang. Pertama, nilai  agama dilihat dari sudut intelektual yang menjadikan nilai agama sebagai norma  atau prinsip. Kedua, nilai agama dirasakan di sudut pandang emosional yang menyebabkan adanya sebuah dorongan rasa dalam
diri yang disebut mistisme.

Kaitan agama dan masyarakat
Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur nabi dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan, tentang Tuhan dan kesadaran akan maut menimbulkan relegi dan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sampai pada pengalaman agamanya para tasauf.
Bukti-bukti itu sampai pada pendapat bahwaagama merupakan tempat mencari makna hidup yang final dan ultimate. Agama yang diyakini, merupakan sumber motivasi tindakan individu dalam hubungan sosialnya, dan kembali pada konsep hubungan agama dengan masyarakat, di mana pengalaman keagamaan akan terefleksikan pada tindakan sosial dan invidu dengan masyarakat yang seharusnya tidak bersifat antagonis.
Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup, menekankan pada hal-hal yang normative atau menunjuk kepada hal-hal yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan. Contoh kasus akibat tidak terlembaganya agama adalah “anomi”, yaitu keadaan disorganisasi sosial di mana bentuk sosial dan kultur yang mapan jadi ambruk. Hal ini, pertama, disebabkan oleh hilangnya solidaritas apabila kelompok lama di mana individu merasa aman dan responsive dengan kelompoknya menjadi hilang. Kedua, karena hilangnya consensus atau tumbangnya persetujuan terhadap nilai-nilai dan norma yang bersumber dari agama yang telah memberikan arah dan makna bagi kehidupan kelompok.
Penjelasan yang bagaimanapun adanya tentang agama, tak akan pernah tuntas tanpa mengikutsertakan aspek-aspek sosiologisnya. Agama, yang menyangkut kepercayaan kepercayaan serta berbagai prakteknya, benar-benar merupakan masalah sosial dan pada saat ini senantiasa ditemukan dalam setiap masyarakat manusia. Karena itu segera lahir pertanyaan tentang bagaimana seharusnya dari sudut pandang sosiologis.
Dalam pandangan sosiologi, perhatian utama terhadap agama adalah pada fungsinya terhadap masyarakat. Istilah fungsi seperti kita ketahui, menunjuk kepada sumbangan yang diberikan agama, atau lembaga sosial yang lain, untuk mempertahankan (keutuhan) masyarakat sebagai usaha-usaha yang aktif dan berjalan terus-menerus. Dengan demikian perhatian kita adalah peranan yang telah ada dan yang masihdimainkan.Emile Durkheim sebagai sosiolog besar telah memberikan gambaran tentang fungsi agama dalam masyarakat. Dia berkesimpulan bahwa sarana-sarana keagamaan adalah lambang-lambang masyarakat, kesakralan bersumber pada kekuatan yang dinyatakan berlaku oleh masyarakat secara keseluruhan bagi setiap anggotanya, dan fungsinya adalah mempertahankan dan memperkuat rasa solidaritas dan kewajiban sosial.
Agama telah dicirikan sebagai pemersatu aspirasi manusia yang paling sublime; sebagai sejumlah besar moralitas, sumber tatanan masyarakat dan perdamaian batin individu; sebagai sesuatu yang memuliakan dan yang membuat manusia beradab. Sebenarnya lembaga keagamaan adalah menyangkut hal yang mengandung arti penting tertentu, menyangkut masalah aspek kehidupan manusia, yang dalam transendensinya, mencakup sesuatu yang mempunyai arti penting dan menonjol bagi manusia. Bahkan sejarah menunjukkan bahwa lembaga-lembaga keagamaan merupakan bentuk asosiasi manusia yang paling mungkin untuk terus bertahan.
Agama di Indonesia, mengambil peranan penting dalam membentuk masyarakat sipil, khususnya sebagai masyarakat politik. Perkembangan masyarakat sipil ini ternyata lebih cepat dari pada perkembangan masyarakat ekonomi. Sebagai dampaknya, peranan negara lebih menonjol dan justru mengambil peran sebagai agen perubahan sosial yang berdampak terbentuknya masyarakat sipil, dari arti mencakup masyarakat politik maupun ekonomi.
Kecenderungan yang dominan di Indonesia adalah idealisasi negara, sebagai wadah nilai-nilai tertinggi. Perjuangan organisasi-organisasi keamanan ikut mendorong terbentuknya Negara-Ideal, atau Negara-Integralistik sebagai kompromi dari konflik antara sekularisme dan teokrasi. Dalam Negara-Ideal tersebut, agama dicegah untuk dominan dalam mewarnai corak negara, tetapi diberi kesempatan untuk masuk dan membentuk nilai-nilai ideal itu ke dalam wadah negara.
Namun, kecenderungan idealistik dan integralistik bisa memarginalkan peranan agama. Marginalisasi agama berarti pengeringan sumber-sumber nilai. Karena itu nilai-nilai keagamaan perlu dikembangkan dengan memperkuat masyarakat sipil, sebagai benteng (bastion) kepentingan-kepentingan dan aspirasi masyarakat, termasuk masyarakat agama, yang kedudukannya cukup dominan dalam masyarakat Indonesia.

Referensi :
Wikipedia.com
http://giovannim12.blogspot.com

Sabtu, 10 Januari 2015

Keterkaitan Antara Ilmu Pengetahuan Teknologi dengan Kemiskinan

IPTEK memainkan peran penting sebagai sebuah agen pembaharu di masyarakat. Sebagai bangsa yang bergerak ke arah ekonomi berbasis pengetahuan, dibandingkan ekonomi berbasis sumber daya alam sesuai dengan paradigma tekno-ekonomi, IPTEK menjadi landasan keberhasilan pembangunan ekonomi yang didukung oleh kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia yang kompetitif.

IPTEK pula tidak terlepas dari kemiskinan dan kemiskinan tidak telepas pula dari kehidupan masyarakat. Kemiskinan dalam bidang ekonomi selalu menjadi kendala di negara-negara berkembang. Sangat sulit negara untuk memberantas kemiskinan. Sebenarnya jika kita semua memanfaatkan iptek maka kita semua dapat memberantas kemiskinan yang ada. Tidak akan ada lagi pengamen, pengemis, dan pekerjaan yang lainnya yang tidak layak terjadi. Kemiskinan terjadi karena rendahnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta pendidikan yang rendah. Semua dapat teratasi dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan tekat yang kuat kita akan dapat mencapai kesejahteraan. Untuk mencapai kesejahteraan tidaklah diukur dengan harta benda yang kita miliki, kedudukan, dan kekuasaan tetapi dengan niat yang tulus dan keinginan yang besar untuk mendapatkan titik tertinggi.

Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan memiliki kaitan struktur yang jelas. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam peranannya untuk memenuhi kebutuhan insani. Ilmu pengetahuan digunakan untuk mengetahui “apa” sedangkan teknologi mengetahui “bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai suatu badan pengetahuan sedangkan teknologi sebagai seni yang berhubungan dengan proses produksi, berkaitan dalam suatu sistem yang saling berinteraksi. Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan, sementara teknologi mengandung ilmu pengetahuan di dalamnya.

ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya, keduanya menghasilkan suatu kehidupan di dunia (satu dunia), yang diantaranya membawa malapetaka yang belum pernah dibayangkan. Oleh karena itu, ketika manusia sudah mampu membedakan ilmu pengetahuan (kebenaran) dengan etika (kebaikan), maka kita tidak dapat netral dan bersikap netral terhadap penyelidikan ilmiah. Sehingga dalam penerapan atau mengambil keputusan terhadap sikap ilmiah dan teknologi, terlebih dahulu mendapat pertimbangan moral dan ajaran agama.

Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar. Kesemuanya merupakan sub sistem atau sub struktur dari sistem kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Referensi :

http://ikaworoo.blogspot.com/2013/01/iptek-dan-kemiskinan.html

Pengertian Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pengertian Kemiskinan

IPTEK adalah akronim dai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Yang dimaksud dengan atau pengertian tentang ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang didasarkan atas fakta-fakta di mana pengujian kebenarannya diatur menurut suatu tingkah laku sistem. Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu.

Teknologi, teknologi merupakan berasal dari bahasa Yunani, yaitu tekne, yang berari pekerjaan, dan logos, berarti suatu studi peralatan, prosedur dan metode yang digunakan pada berbagai cabang industri.

Kesimpulannya, ilmu pengetahuan mempunyai teori-teori atau rumus-rumus yang tetap, dan teknologi merupakan praktek atau ilmu terapan dari teori-teori yang berasal dari ilmu pengetahuan. Jadi ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai saling mempunyai hubungan. Jika tidak ada ilmu pengetahuan, teknologi tidak akan ada.

Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:

Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.

Peta dunia memperlihatkan persentase manusi yang hidup di bawah batas kemiskinan nasional. Perhatikan bahwa garis batas ini sangat berbeda-beda menurut masing-masing negara, sehingga kita sulit membuat perbandingan.

Referensi :
http://enjelnjel.blogspot.com/2011/09/pengertian-ilmu-        pengetahuan-dan.html

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan

Rabu, 24 Desember 2014

Tugas III

Pengertian Sosial dan Kesamaan Derajat Secara Umum dan Menurut Para Ahli
- Pengertian sosial secara umun
Sosial mengandung arti yaitu kumpulan dari individu-individu atau kumpulan manusia yang saling berinteraksi atau berkomunikasi sehingga menumbuhkan perasaan kebersamaan.
- Pengertian kesamaan derajat secara umum
Kesamaan derajat adalah suatu kedudukan dimana seseorang tidak melihat orang lain secara kelas dan dari mana seseorang itu berasal,sehingga dia melihat semua orang sama derajatnya di muka bumi ini. Hak dan kewajiban sangat berperan penting dalam kesamaan derajat ini agar setiap orang mempunyai rasa aman dan nyaman bersama-sama.
- Pengertian sosial menurut para ahli
a) Lewis : Sosial adalah sesuatu yang diacapai,dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga Negara dan Pemerintahannya.
b) Keith Jacob : Sosial adalah seuatu yang dibangun  dan terjadi dalam sebuah situs komunitas.
c) Philip Wexler : Sosial adalah sifat dasar dari setiap individu manusia
d) Enda M. C : Sosial adalah tentang bagaimana cara individu saling berhubungan.
e) Ruth Aylett : Sosial adalah Sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap inheren dan terintegrasi.
- Pengertian kesamaan derajat menurut para ahli
a) Pitirim A. Sorokin : Bahwa kesamaan derajat merupakaan pembedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat(hierarkis)
b) P. J. Bowman : Menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand,yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan.


Tugas IV

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat
- Pertentangan Sosial
Pertentangan sosial dalam masyarakat yaitu merupakan salah satu konflik yang ada pada realita kehidupan bermasyarakat,biasanya timbul dari berbagai faktor-faktor sosial yang ada didalam kehidupan masyarakat itu sendiri.  Berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan pertentangan sosial.
Perbedaan kepentingan
Kepentingan merupakan satu dasar timbulnya perilaku individu dan sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri,sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut hanya dipenuhi oleh keinginan individu tersebut.
Ada 2 jenis  kepentingan dalam diri individu menurut psikologis,yaitu ;
1. faktor bawaan
2. faktor lingkungan sosial
Prasangka,diskriminasi dan enthosentris
Prasangka adalah suatu sifat yang sudah sangat melekat pada diri seorang individu sejak dari kecil. Prasangka selalu ada pada diri seseorang yang mempunyai pemikiran sederhana atau pemikiran negative,prasangka juga bias menurunkan,merugikan pertumbuhan perkembangan bahkan integrasi masyarakat. Menurut Gordon Allproc(1958) ada 5 pendekatan dalam menentukan sebab terjadinya prasangka,adalah:
1. pendekatan Historis : yaitu menyalahkan kelas rendah yang imperior ,dimana mereka kalangan kelas atas mempunyai hak untuk berprasagka kepada kelas bawah.
2. pendekatan sosio cultural dan situasional : meliputi mobilitas sosial,konflik antar kelompok,stigma perkatoran dan sosialisasi.
3. pendekatan kepribadian
4. pendekatan fenomenologis :  presepsi individulah yang akan menjadi prasangka itu sendiri.
5. pendekatan navie : bahwa prasangka lebih menyoroti objek prasangka dan tidak menyoroti individu yang berprasangka.
Diskriminasi adalah sikap dimana seorang individu membeda-bedakan individu lainnya,dan selalu mengelompokkan individu melalui kelas dan level kedudukannya. Dimana individu tersebut selalu menganggap remeh seseorang yang dia anggap berada dikelas bawah.
Enthosentrisme merupakan sikap untuk menilai unsure-unsur kebudayaan orang lain dengan menggunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri. Dan diajarkan kepada anggota kelompok secara sadar atau tidak,bersama-sama dengan nilai kebudayaan.
Pertentangan sosial ketegangan dalam masyarakat
Ada 3 elemen dasae yang merupakan ciri-ciri dari situasi konflik :
1. terdapat 2 atau lebih unit-unit atau bagian-bagian yang terlibat konflik
2. unit tersebut mempunyai perbedaan yang tajam
3. terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut. Terjadinya konflik bias pada didalam diri seseorang,didalam kelompok dan didalam masyarakat.
Golongan-golongan yang berbeda
Menggolong-golongkan masyarakat berdasarkan statusnya itu juga bias menimbbulkan konflik antara masyarakat.
- Integrasi
Integrasi  bisa diartikan dengan kesempurnaan atau keseluruhan,yaitu dimana arti dari integrasi masyarakat adalah proses penyesuaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi. Arti lain mengenai integrasi adalah dimana suatu komunitas etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap keadaan mayoritas tanpa mengubah dan terus mempertahankan kebudayaan masing-masing. Suatu integrasi sosial diperlukan agar masyarakat tidak bubar dan terus bersatu meskipun menghadapi banyak tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.
Bentuk integrasi sosial
Asimiliasi yaitu pembauran kebudayaan yang disertai dengan hilangannya cirri khas kebudayaannya sendiri yang asli.
Alkulturasi yaitu penerimaan unsur-unsur asing tanpa mengubah kebudayaan sendiri
Syarat berhasilnya integrasi sosial adalah dengan mengendalikan perbedaan/konflik yang ada pada suatu kekuatan bangsa dan bukan sebaliknya, dan juga setiap warga masyarakat harus dapat saling mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya.
Integrasi nasional :
Adalah penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Selain itu dapat pula diartikan bahwa integrasi bangsa merupakan kemampuan pemerintah yang semakin meningkat untuk menerapkan kekuasaannya di seluruh wilayah 9Mahfud MD, 1993: 71)

Sumber :
Gustianhd.wordpress.com
Carapedia.com
Ulfizulfa.wordpress.com

Sabtu, 18 Oktober 2014

Negara dan Warga Negara

A. Definisi Negara Secara Umum dan Menurut Para Ahli
*Definisi Negara Secara Umum
Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaanya baik politik,militer,ekonomi,sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara adalag pengorganisasian masyarakat suatu wilayah tersebut dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Keberadaan Negara salah satunya adalah untuk memudahkan rakyatnya mencapai tujuan bersama atau cita-citanya. Keinginan bersama ini dirumuskan di suatu dokumen yang disebut dengan konstitusi ,didalamnya terdapat nilai-nilai tinggi yang dijunjung oleh rakyat sebagai anggota Negara. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu system atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut,dan berdiri secara independent.
*Definisi Negara Menurut Para Ahli
Ada beberapa definisi Negara menurut para ahli,yaitu:
1) Prof. Soenarko:
Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan Negara berlaku sepenuhnya sebagai souverien(kedaulatan)
2) O. Notohamidjojo:
Negara adalah organisasi masyarakat yang bertujuan mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya
3) Prof. R. Djoko Soetono, SH:
Negara adalah organisasi manusia yang berada di bawah pemerintahan yang sama.
4) Max Weber:
Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasn fisik secara sah dalam suatu masyarakat
5) K. Plato:
Negara adalah persekutuan manusia yang muncul karena adanya keinginan manusia dalam memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam


B. Definisi Warga Negara Secara Umum dan Menurut Para Ahli
*Definisi Warga Negara
Warga Negara diartikan sebagai orang-orang yang menjadi bagian dari penduduk yang merupakan unsur suatu Negara. Warga Negara juga bisa diartikan sebagai seseorang yang sudah merdeka Karena warga Negara mengandung arti peserta,anggota, atau warga dari suatu Negara. Setiap warga Negara memiliki hak yang sama dihadapan umum. Semua warga Negara mempunyai kepastian hak, privasi, dan tanggung jawab.
Beberapa definisi warga Negara;
• Warga Negara adalah orang yang terkait dengan system hokum Negara dan mendapat perlindungan Negara.
• Warga Negara secara hokum ada anggota suatu Negara yang mempunyai keterkikatan timbale balik dengan negaranya.
• Warga Negara adalah orang yang tinggal di dalam sebuah Negara dan mengakui semua peraturan yang tekandung di dalam Negara tersebut.
*Definisi Warga Negara Menurut Para Ahli
a) A.S. Hikam:
Bahwa warga Negara merupakan terjemahan dari “citizenship” yaitu anggota dari sebuah komunitas yang membentuk Negara itu sendiri. Istilah ini menurutnya lebih baik ketimbang istilah kawula Negara lebih berarti objek yang berarti orang-orang yang dimiliki dan mengabdi kepada pemiliknya.
b) Koerniatmanto S. :
Mendefinisikan warga Negara dengan anggota Negara. Sebagai anggota Negara,seorang warga Negara mempunyai kedudukanyang khusus terhadap negaranya. Ia mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal – balik terhadap negaranya.
c) UU No. 62 Tahun 1958:
Bahwa Negara Republik Indonesia adalah orang – orang yang berdasarkan perundang – undangan dan atau perjanjian – perjanjian atau peraturan – peraturan yang berlaku sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sudah menjadi warga Negara Republik Indonesia .

C. Teori Terbentuknya Suatu Negara dan Warga Negara
Teori terbentuknya suatu Negara dan warga Negara ada 5,yaitu:
1. Teori Kenyataan:
Timbulnya suatu Negara adalah sebuah kenyataan. Apabila pada suatu ketika unsure Negara(wilayah, rakyat, pemerintah yang berdaulat)terpenuhi, maka pada saat itu pula Negara itu menjadi suatu kenyataan.
2. Teori Perjanjian Masyarakat:
Sebuah Negara bisa ada karena salah satu faktor ini, karena pada zaman dahulu manusia masih hidup sendiri – sendiri atau dan berpindah – pindah, pada waktu ittu juga rentan terjadinya perselisihan dan kekecauan karena tidak adanya peraturan pada masa itu. Maka dari itu muncullah suatu perjanjian diantara manusia pada masa itu, karena tanpa adanya peraturan kehidupan manusia tidak akan berbeda dengan cara hidupnya binatang buas.
3. Teori Ketuhanan:
Timbulnya Negara adalah atas kehendak Tuhan. Segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendak – Nya . cirri Negara yang menganut teori ketuhanan dapat dilihat dari UUD berbagai Negara yang antara lain mencantumkan frasa:Berkat rahmat Tuhan atau By the grace of God.
4. Teori Kekuatan:
Dapat diartikan bahwa Negara pertama adalah hasil dari suatu kubu yang kuat terhadap kubu yang lemah. Dalam teori kekuatan faktor kekuatanlah yang dianggap sebagai faktor tunggal yang menimbulkan suatu Negara. Negara dilahirkan karena pertarungan kekuatan dan yang keluar sebagai pemenang adalah pembentuk Negara.
5. Teori Alamiah:
Teori alamiah(natural theory)pertama dikemukakan oleh Aristoteles,. Baginya Negara adalah ciptaan alam. Kodrat manusia membenarkan adanya Negara, karena manusia petama – tama adalah makhluk politik(zoon politicon)dan kemudian makhluk sosial. Karena kodrat itu, manusia ditakdirkan untuk hidup bernegara. 
D. Fungsi Negara dan Warga Negara 
*Fungsi Negara
Pada dasarnya Negara berfungsi mengatur tata kehidupan bernegara agar tercapainya cita – cita bersama, supaya tujuan Negara tercapai, maka ada beberapa hal yang harus dilaksanakan oleh Negara, yaitu:
✓ Menjaga keamanan dan ketertiban
✓ Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya
✓ Melaksanakan pertahanan untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar dengan perlengkapan alat-alat pertahan yang modern.
✓ Menegakkan keadilan yang dilaksanakan oleh badan-badan peradilan
Adapun tugas Negara secara umum, yaitu:
✓ Tugas Esensial, yaitu tugas untuk mempertahankan Negara, seperti memelihara perdamaian, ketertiban, dan ketentraman, serta melindungi warganya, dan mempertahankan kemerdekaan.
✓ Tugas Fakultatif, yaitu tugas untuk dapat menyejahterakan, baik moral, intelektual, sosial, maupun ekonomi
*Fungsi Warga Negara
Fungsi warga Negara dalam hukum Negara/pemerintahan yaitu setiap warga Negara wajib turut serta dalam penegakkan hukum-hukum di Negara Indonesia agar penegakkan hukum di negeri ini dapat berjalan dengan lancar dan adil.
Referensi:
Fisipunsil.blogspot.com
Geraldterryimanuel.wordpress.com
Wulansari-wulansarii.blogspot.com 
Zonasiswa.com
Taniakharismaya.wordpress.com